Berita & Peristiwa

Unika Lepas Lima Mahasiswanya Dalam KKN Aptik di Mentawai

Unika Soegijapranata melalui LPPM kembali melepas lima orang mahasiswa dan satu  Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Aptik Peduli Mentawai (APM) pada Senin lalu (2/7).

Mereka akan bergabung dengan enam perguruan tinggi yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) Indonesia yakni Unika Atma Jaya Jakarta, Universitas Katolik Parahyangan (Bandung), Universitas Katolik Soegijapranata (Semarang), Universitas Katolik Widya Mandala (Surabaya), Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma (Yogyakarta), Universitas Santo Thomas (Medan),dan Unika Musi Charitas (Pelembang).

Kegiatan KKN diadakan oleh APTIK dalam rangka membantu memulihkan kondisi warga Mentawai pasca tragedi Tsunami yang menimpa warga beberapa tahun silam.

 

Implementasi Nilai Unika

Kepala LPPM Unika Soegijapranata Dr. Berta Bekti Retnawati, MSi mengemukakan perihal KKN Mentawai yang sudah memasuki periode tiga kali penerjunan.”KKN APTIK Mentawai adalah salah  satu bentuk kepedulian perguruan tinggi untuk ikut bersama-sama dengan berbagai pihak membantu memberdayakan masyarakat dengan mengembangkan potensi-potensi daerah untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. Harapannya agar mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat dan mahasiswa juga dapat belajar dari kehidupan masyarakat sebagai bekal bila nanti sudah menyelesaikan studinya dan hidup bersama masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa mahasiswa terpilih program KKN ini akan mendapat mengalaman hidup luar biasa dengan menghayati dan mengimplementasikan nilai dan semboyan Unika Soegijapranata yakni “Talenta Pro Patria et Humanitate” (Talenta terbaik dipersembahkan untuk bangsa dan kemanusiaan).

Sementara itu Ketua Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Rudy Elyadi, SE., MM memberikan informasi tambahan bahwa KKN bersama ini merupakan kelanjutan dari KKN sebelumya yang sudah dimulai pada APM 1 pada bulan Juli 2017 dan APM 2 pada bulan Desember 2017.

“Program kerja APM 3 ini merupakan kelanjutan dari program kerja sebelumnya, yang difokuskan pada Pengembangan Rumah Belajar sebagai tempat untuk masyarakat  baik itu para orang tua, remaja dan PAUD untuk anak-anak, dalam belajar berbagai hal atau pengetahuan” jelas Rudi.

“Program penguatan ekonomi yang berkaitan dengan pemanfaatan sumberdaya yang ada di masyarakat dan lingkungan juga dilakukan untuk dikembangkan, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan dapat dikelola oleh masyarakat. Salah satunya program Penataan Sanitasi Lingkungan untuk air bersih dan pemanfaatan air sungai untuk pembangkit listrik,” terangnya.

 

Peminat Sangat Besar

Mahasiswa yang terlibat dalam KKN APM 3 ini adalah mahasiswa pilihan dari sejumlah mahasiswa yang sangat berminat dalam program ini. Untuk mendukung progam tersebut Unika mengirimkan mahasiswa dari Teknik Elektro, Teknologi Pangan, Arsitektur, Psikologi dan Ekonomi serta dosen pembimbingan lapangan dari Teknik sipil.

Minat mahasiswa untuk ikut KKN-APM.3 sangat besar. Dengan mempertimbangkan banyak hal, panitia memberikan quota hanya dipilih lima mahasiswa. Mahasiswa yang dikirim sudah melalui seleksi yang ketat dan mempertimbangkan program kerja APM-3 yakni kemampuan dalam berkomunikasi, berpikiran terbuka, memiliki semangat pengabdian pada masyarakat dengan memaknai kehidupan dan budaya masyarakat yang berada di luar pulau Jawa khususnya Mentawai, dan tertarik membangun jejaring antar mahasiswa APTIK di Indonesia.

Semoga KKN APM-3 dapat berjalan dengan lancar dan semua program dapat dilaksanakan dengan baik. Pelaksanaan KKN ini dimulai pada tanggal 2 Juli 2018 sampai dengan 5 Agustus 2018 mendatang.

http://news.unika.ac.id/2018/07/unika-lepas-lima-mahasiswanya-dalam-kkn-aptik-di-mentawai/

Lainnya: