Berita & Peristiwa

Studium Generale FISIP UAJY: “Facing The Disruptive Digital Era: Challenges And Opportunities”

Yogyakarta – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali mengadakan kuliah umum yang kerap disebut Studium Generale (SG) pada Sabtu (19/5). Kegiatan yang ditujukan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2017 tersebut bertempat di Auditorium Kampus IV, Gedung Bunda Teresa.

Tema pada Studium Generale kali ini adalah “Facing the Disruptive Digital Era: Challenges and Opportunities”. Tema tersebut dirasa mampu menggambarkan situasi dan kondisi era digital yang kini memasuki seluruh lini kehidupan manusia, termasuk pekerjaan. Kuliah umum ini akan menjadi bekal wawasan para mahasiswa agar terus mengembangkan keahlian dan jejaringnya. Harapannya, mereka dapat memahami gambaran dunia pekerjaan serta tantangan yang perlu dihadapi nantinya.

“Supaya para mahasiswa tidak gelagapan nanti ketika memasuki dunia perkuliahan yang lebih dalam, maka perlu dipersiapkan sejak awal. Harapannya dapat membantu mereka untuk mendalami Ilmu Komunikasi sesuai peminatan yang dipilihnya,” tutur Ranggabumi Nuswantoro, Kepala Prodi Ilmu Komunikasi UAJY.

4

Studium Generale juga menghadirkan narasumber yang mewakili dua peminatan, yakni Komunikasi Strategis dan Komunikasi Massa dan Digital. Mereka adalah Dorien Kartikawangi (Ketua Departemen Kerjasama Antarlembaga Asosiasi Pendidikan Tinggi), Raymundus Rikang Rinangga Widya (Jurnalis Majalah Tempo), dan Margaretha Lenny Rosanawati (Senior Brand Manager SC Johnson).

Sesuai dengan temanya, Dorien menekankan dinamika kehidupan zaman sekarang yang serba berubah dari generasi ke generasi. Hidup di era screenager, ketergantungan terhadap layar gawai tentu mendatangkan beragam tantangan tersendiri. Lapangan pekerjaan bidang Ilmu Komunikasi pun perlu terus dikembangkan.

“Lulusan Ilmu Komunikasi tidak harus bekerja di perusahaan, yang penting bekerjalah sesuai dengan passion Anda. Minat itu perlu dikembangkan. Cari passion Anda yang membuat (Anda) unik dan menonjol dari yang lain,” ujar Dorien.

3

Kegiatan tahunan ini mendapat sambutan positif dari para mahasiswa. Mereka belajar untuk mengendalikan media, baik gawai maupun media sosial.

“Kita ternyata perlu memilah data-data yang ada, guna menghindari hoax juga. Gambaran realitas di era milenial menggambarkan ketergantungan kita terhadap media sosial. Jadi kita jangan sampai diperbudak media,” kata Cyinthia, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2017.

2

Lainnya: