Berita & Peristiwa

Selaraskan Pandangan Diri dan Institusi

(UKWMS-26/01/2018) - Memasuki dunia kerja di sebuah institusi, tentu ada aturan untuk ditaati dan visi misi yang wajib diketahui oleh tiap individu. Hal ini berlaku pula di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Kali ini, Pusat Etika UKWMS berkesempatan mengadakan Pertemuan Tenaga Kependidikan Muda, yakni mereka yang masa kerjanya kurang dari lima tahun. Bertempat di ruang A201 Kampus UKWMS Dinoyo, pertemuan dibuka oleh Dr.rer.nat. Ig. Radix Astadi., STP., MP., selaku ketua Pusat Etika UKWMS. Radix pun berharap ada hasil yang bisa didapatkan usai pertemuan ini, “tentu butuh sesuatu yang bisa didapatkan dan meningkatnya internalisasi nilai Peduli, Komit, Antusias serta profesionalisme tenaga kependidikan muda,” ujarnya. Topik yang diusung yakni Meningkatkan Antusiasme Tenaga Kependidikan Muda dalam Berkarya di Institusi Katolik.

Hadir sebagai pembicara adalah Drs. Sutarjo Surjoseputro, MS., dari Kantor Yayasan Widya Mandala Surabaya yang sudah berkarir di UKWMS selama 42 tahun. Tarjo-sapaan Sutarjo – yang pernah menjabat sebagai ketua Pusat Etika selama dua periode sudah lebih dahulu mengamati yang dulunya mereka masih muda. Sehingga hal ini diyakini akan bisa mendasari pertemuan pertama dan berguna. Sebelum masuk dalam materi, Tarjo mengajak peserta untuk berpasangan, merefleksikan karir mereka dan saling bertanya dari: mulai kapan dan tahun berapa bergabung di UKWMS, kenapa memutuskan mau bekerja di sini, apa yang dijanjikan oleh UKWMS?

Mengawali materi Tarjo menyampaikan, “Nilai keutamaan PeKA tidak sembarangan dimunculkan, saat itu saya turut serta menyusun nilai tersebut. Caranya yakni dengan sampling antara mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan. Tapi sekali anda melanggar nilai organisasi, anda akan dapat hukuman,” jelas Tarjo. “Lantas bagaimana mempraktekkannya?” tanya Tarjo kepada audiens. Dari jajak pendapat Tarjo menyimpulkan, bahwa sikap peduli bisa kepada siapa saja mulai keluarga, mereka yang berada dibelakang anda dalam arti mendukung anda, termasuk kepada teman. Lalu komit yakni komit terhadap apa yang kita janjikan. Dan antusias, merupakan gairah dalam bekerja, semangat, sehingga masuk kerja pancarkan aura yang positif. “Jadi tidak datang ke tempat kerja dengan wajah yang cemberut, perasaan yang kesal, karena hal itu bias membawa efek buruk bagi rekan-rekan kerja,” jelas Tarjo.

Ia turut menjelaskan apa saja yang diperlukan agar berorientasi hasil yakni: nilai dan visi, misi, aturan, profesionalisme, inisiatif, sumber daya dan rencana kerja sehingga menghasilkan kemajuan. Menurut Tarjo, visi kita jangan menyimpang namun selaras dengan universitas, kalau tidak bisa selaras jangan dipaksakan bekerja di sini. “Jangan sampai kita bekerja tanpa rencana. Kalau salah satu poin itu tidak ada maka akan jadi rusak, tanpa misi jadi bingung. Tanpa aturan bisa muncul konflik kepentingan. Kalau tidak profesional jadi resah. Tidak ada inisiatif jadi lamban. Kalau tidak ada sumber daya jadi frustasi. Tidak ada rencana kerja jadi salah langkah. Jadi inilah urutan kalau kita mau berhasil, be professional so you would not easy to be replace (jadilah professional sehingga anda tidak mudah tergantikan),” pungkas Tarjo. Melalui acara ini, keakraban antar tenaga kependidikan dapat terjalin dengan baik dan tidak menutup kemungkinan diadakan pertemuan lanjutan. (red)

 

Lainnya: