Berita & Peristiwa

Start Up Sebagai Awal Kesuksesan Entrepreneur

Jiwa Entrepreneurship mahasiswa kini dapat ditumbuhkembangkan melalui Seminar Kewirausahaan yang diselenggarakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prodi Sosiologi. Seminar tersebut diselenggarakan di Auditorium Kampus 4, Gedung Bunda Theresa, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Selasa (21/11).

“Seminar ini selain untuk tugas akhir mata kuliah kewiraswastaan, juga ingin membantu teman teman menumbuhkan atau mengembangkan sisi entrepreneurship,” ujar Valentinus Gheo (20) Ketua Panitia Seminar Kewirausahaan.

1

Seminar ini mengambil tema “The Power of Enterpreneurship in the World of E-commerce” dan menghadirkan dua pembicara yaitu Inge Kokasih dari Shopback dan Roro Tyas founder Kacamata Fashion (Roglasses).

Inge Kokasih menjelaskan bahwa menjadi seorang enterpreneur tidaklah susah, untuk memulai sebuah bisnis yang dibutuhkan adalah sebuah niat dan usaha. Memulai sebuah bisnis (usaha sendiri) adalah cara untuk tidak bergantung (bekerja) dengan orang lain.

“Memulai sebuah bisnis, tidak membuat kita bergantung sama orang lain. Karena itu merupakan usaha sendiri. Intinya kalau udah niat harus diseimbangi sama usaha,” ungkap Inge.

Makanan, baju bekas (preloved), tas, sepatu bisa menjadi bahan untuk memulai bisnis. Menjual barang tanpa modal juga sudah banyak dilakukan, barang-barang tersebut adalah barang preloved atau masih layak pakai.

“Nggak perlu modal yang banyak, dengan jual barang preloved kalian aja sudah bisa menghasilkan uang,” jelasnya.

3

Menjadi pengusaha sukses tidak selalu membutuhkan modal yang banyak. Modal utama bukan hanya dari sejumlah uang saja, komitmen juga menjadi dasarnya. Start Up merupakan istilah untuk memulai sebuah bisnis baru, modal-modal utama yang ada sudah digabungkan menjadi satu di dalamnya.

Hal pertama yang diperhatikan adalah Job Description. Ini bertujuan agar para pemula dapat memperhatikan job apa saja yang dibutuhkan untuk para pekerjanya nanti. Yang kedua speedSpeed digunakan untuk melakukan training para karyawannya. Karyawan perlu ditraining agar dapat memahami kinerja yang dimiilikinya. Yang ketiga dan  paling penting adalah seorang free leaderFree Leader dimaksudkan agar para karyawan juga bisa belajar langsung dari pemimpin mereka dan hubungan seperti ini akan menumbuhkan suasana friendly, bukan kaku.

“Bukan cuma uang saja, ada banyak modal utama di dalamnya. Kalau sudah (menjadi) start upjob descriptionspeed, dan free leader sangat dibutuhkan, apalagi jika memang sudah berencana membuka perusahaan,” tambah Inge.

4

Lainnya: