Berita & Peristiwa

Workshop Membuat Game Dengan Konsep PBO

Saat ini terdapat berbagai software yang dapat membantu pekerjaan manusia. Dalam mengembangkan atau membuat software, suatu perusahaan sering meminta bantuan Business Analyst dan Konsultan di bidang IT. Seorang Business Analyst dan Konsultan di bidang IT harus memiliki kemampuan logika dan konsep pemrograman yang baik. Oleh sebab itu, Prodi Sistem Informasi (SI) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengadakan Workshop Pemrograman Berorientasi Objek (PBO) bagi mahasiswa SI UAJY pada 17-18 November 2017.

DSC_1066

Ketika mahasiswa SI terjun di dunia kerja, mereka tidak hanya berinteraksi dengan klien namun juga berinteraksi dengan pengembang atau developer perangkat lunak. Oleh sebab itu, pemrograman diperlukan sebagai bekal agar mereka dapat berkomunikasi baik dengan pihak developer. Workshop yang diadakan di Laboratorium Inovasi Teknologi dan Sistem Informasi (ITSI), Kampus 3 UAJY ini diikuti oleh 43 peserta. Pembicara yang turut hadir pada workshop ini yaitu pakar game, Abas Setiawan, S. Kom., M.Cs.

“Sebenarnya PBO ini bisa digunakan untuk membuat program kantor, namun kami memilih game karena dekat dengan kehidupan mahasiswa sehari-hari dan dapat dibuat tanpa membutuhkan spesifikasi yang rumit,” jelas Clara Hetty Primasari, S.T.,M.Cs. selaku penanggung jawab acara.

Workshop PBO dilaksanakan pada dua hari yaitu hari pertama dengan tema Konsep PBO dalam game. Pada hari pertama, dijelaskan mengenai cara menemukan ide untuk membuat game dan dasar-dasar software unity yang berfungsi untuk membuat game.

“Menemukan ide atau konsep mengenai game yang akan dibuat itu tidak mudah karena harus sesuai dengan budaya dan umur pengguna,” ujar Abas.

DSC_1097

Workshop hari kedua mengambil tema Penerapan Konsep PBO dalam Game. Dalam workshop hari kedua ini, mahasiswa diajak untuk mempraktekkan secara langsung pembuatan game. Setelah game selesai dibuat, maka diinstal di telepon seluler android mereka masing-masing.

“Saya berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengguna game namun pencipta game,” kata Abas.

Lainnya: