Berita & Peristiwa

Mahasiswa UAJY Jabarkan Riset Raptor Di Kancah Internasional

Yogyakarta – Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali berkarya di tingkat internasional. Lince Ria Sitohang dan Febriyanti Vera sebagai mahasiswa akhir Fakultas Teknobiologi (FTB) mempresentasikan hasil risetnya dalam ajang 10th Asian Raptor Research and Conservation Network (ARRCN) Symposium. Tuan rumah kegiatan tersebut berada di Ateneo de Davao University, Filipina pada 18-22 Oktober lalu.

IMG_2827

Tema yang diangkat mengenai burung raptor, sehingga Lince dan Vera menjabarkan mengenai penelitiannya dengan sampel Elang Jawa dan Elang Brontok. Meskipun keduanya menggunakan sampel yang sama, namun topik penelitian tetap berbeda.

“Bertepatan penelitian kami sesuai dengan tema ARRCN, yaitu riset raptor dan dibimbing oleh Dosen Pramana Yuda dalam mengikuti acara tersebut,” ujar Lince.

Judul penelitian yang diangkat Lince adalah “PCR-based Sexing of Confiscated Hawk-eagles in Yogyakarta (Indonesia)”. Inti penelitiannya membahas mengenai identifikasi jenis kelamin burung menggunakan DNA molekuler. Sedangkan penelitian Vera yang berjudul “The Molecular Detection of Avian Malaria in Confiscated Hawk-eagles in Yogyakarta, Indonesia” membahas tentang identifikasi parasit darah dalam penyakit malaria burung. Keduanya bekerja sama pula dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta sebagai penyedia sampel.

“Pemilihan sampel Elang Jawa dan Elang Brontok karena belum ada penelitian yang membahas topik ini. Selain itu manfaatnya lebih besar bagi kedua jenis burung tersebut. Hal ini sekaligus sebagai upaya peningkatan data untuk lembaga konservasi yang ada di Indonesia, khususnya dalam pelestarian satwa elang tersebut. Apalagi Elang Jawa masuk dalam kategori terancam punah dan Elang Brontok berkategori risiko rendah,” kata Vera.

IMG_2850

Lince dan Vera melakukan risetnya di dua tempat, yakni UAJY dan Kasetsart University, Thailand. Sebabnya, laboratorium di Kasetsart University bersifat khusus untuk pengujian molekuler.

Pihak penyelenggara ARRCN mengapresiasi para mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam simposium ini. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya predikat “The Best Student Presentation”. Walaupun mayoritas peserta berasal dari lembaga-lembaga konservasi dan para dosen dari beragam negara di Asia.

“Kami mengapresiasi dosen, Pramana Yuda yang mendampingi dan membimbing. Pengalamannya sangat membantu. Selain itu, teman-teman lain mulai banyak mengambil penelitian dengan topik molekuler juga. Tiap tahun jumlahnya bertambah,” tutur Lince dan Vera bersamaan.

IMG-20171104-WA0003

ARRCN ini juga dihadiri oleh para peserta lain dari Indonesia. Beberapa diantaranya adalah Insitut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Udayana. Indonesia, tepatnya Bali akan menjadi tuan rumah Asian Raptor Research and Conservation Network (ARRCN) Symposium selanjutnya, yakni pada tahun 2019.

Lainnya: