Berita & Peristiwa

Melihat Kesehatan Mental Melalui Kacamata Spiritualitas Dan Psikologis

Gangguan pada kesehatan mental bisa terjadi pada semua gender dan tidak melihat umur. Bahkan anak di bawah umur bisa menjadi korban. Tetapi hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih rentan terhadap gangguan kesehatan mental.

Melihat hal tersebut Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY) bekerjasama dengan Srikandi Lintas Iman (SRILI) menggadakan Talkshow “Perempuan dan Kesehatan Mental” pada Sabtu (04/11) di Ruang Seminar Perpustakaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

“SRILI melakukan kerjasama dengan FISIP UAJY, karena visi dan misi yang sama yaitu mengembangkan ilmu sosial,” ujar Ninik Sri Rejeki selaku Dekan FISIP UAJY.

SONY DSC

Acara ini menghadirkan tiga pembicara yaitu Ismu Candra Kurniawati (Psikolog Klinis UKP UGM), Wahyu Bramastyo (Early Childhood and Care Development) dan Dhyah Ayu Retno Widiastuti (Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UAJY). Tema yang diangkat dalam talkhsow ini adalah “Mari Melihat Kesehatan Mental Melalui Kacamata Spiritual dan Psikologis”.

Dhyah Ayu menjelaskan tentang kesehatan mental dari sosial budaya. Kesibukan wanita setiap hari membuat mereka mental mereka lemah. Ada tiga faktor yang menyebabkan mental wanita terganggu yaitu keluarga, organisasi, dan publik. Perempuan harus bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Ismu Candra juga mengungkapkan bahwa satu dari 4 orang mengidap mental health pertahunnya.

“Kesehatan mental kaitanya dengan fisik atau malah melampaui fisik. Jadi bukan berarti fisik kita baik, mental kita juga baik,” ujar Ismu.

Untuk melihat keadaan mental seseorang, Ismu mengatakan bisa melalui tiga cara, yaitu pikiran, perilaku dan perasaan. Untuk itu perempuan sekarang harus bisa mengetahui dengan kondisi mentalnya dengan cara Sadari, Terima, dan Kelola. Jika mereka sudah bisa melihat masalah pada dirinya maka mereka harus bisa menerima dan mengelola mentalnya dengan baik. Ismu juga memberikan pesan “ Sayangi diri, Sayangi Sesama, dan Sayangi Lingkungan”.

Lainnya: