Berita & Peristiwa

Peran Korporasi Media dan Masyarakat Sipil Mewujudkan Masyarakat Berpengetahuan

[Sleman] – Conference on Media, Communication, and Sociology (COMICOS) 2017 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) pada hari kedua, Jumat (08/09). Tema yang diangkat pada hari kedua adalah “posisi dan peran korporasi media dan masyarakat sipil dalam pengembangan masyarakat berpendidikan”. Media dan masyarakat sipil merupakan dua dari sejumpah komponen dalam quintuple helix.

(Kiri-kanan) Surya Adi Pramana, M.Si - Hans Antlov Ph.D - Abdul Rokhim - dan Danarka Sasangka, MCMS

Hans Antiov, Ph.D (Knowledge Sector Initiative, Jakarta) pada COMICOS 2017 mengatakan bahwa masyarakat berpengetahuan merupakan sekumpulan organisasi dan individu-individu pada sektor pengetahuan yang memiliki ketertarikan melakukan produksi, intermediasi, dan menggunakan pengetahuan sebagai bahan dari sebuah kebijakan.

Dikatakan oleh Hans, dalam meproduksi pengetahuan salah satunya melalui penelitian yang memiliki integritas. “Yang paling terpenting dari penelitian adalah intergritas, supaya data itu harus dapat dipercaya”, tegasnya.

Media massa menjadi salah satu komponen yang turut memproduksi pengetahuan melalui berita yang disebarluaskan kepada audiens. Dikatakan oleh Abdul Rokhim Manajer Jawa Pos Group Newsroom, bahwa di Indonesia kepecayaan oleh media merupakan yang tertinggi di dunia yaitu sebanyak 67%.

“Maka media memiliki peran dalam pembentukan opini di masyarakat,” terangnya.

Abdul Rokhim ketika menyampaikan materi di COMICOS 2017 hari kedua

Pada masa ini, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk memproduksi dan menyebarkan informasi melalui jejaring sosial salah satunya media sosial. Surya Adi Pramana, M.Si (Dosen FISIP UAJY) mengatakan bahwa jaringan sosial dapat beroprasi di banyak tingkat mulai dari individu, keluarga hingga negara. Namun sayangnya jejaring sosial terutama media sosial sering disalahgunakan.

“Maka dari itu perlu adanya literasi media supaya pengetahuan yang disebarluaskan memberi dampak positif”, jelasnya.

Pada akhirnya dikatakan oleh Surya, informasi yang disedikan oleh media, dapat terus diakses oleh masyarakat sipil dan dapat digunakan dalam pemberdayaan masyarakat sipil. Selain itu masyarakat sipil mampu juga mengunggah produk dan capaiannya melalui media hingga pada akhirnya pada model quintuple helix juga mengajak masyarakat untuk turut bersinergi dan mengarah pada tujuan pembagunan berkelanjutan yaitu masyarakat berpengetahuan.

Surya Adi Pramana, M.Si ketika menyampaikan materi di COMICOS 2017 hari kedua

Lainnya: