Berita & Peristiwa

Tim UAJY Terpilih Mendapatkan Hibah Penelitian Dari British Council

Puluhan jurnalis yang tersebar di Indonesia dan para peneliti dari berbagai kampus berkumpul jadi satu dalam forum Science Journalism Workshop yang digelar Sabtu (19/8) di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Forum yang terwujud dari kerjasama antara British Council, Newton Fund, serta Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini, digelar untuk menghubungkan gap komunikasi antara jurnalis dan para ilmuwan.

AJI Indonesia bekerjasama dengan British Council menyelenggarakan workshop ini bagi kalangan jurnalis untuk mendalami isu dan liputan tentang sains dan teknologi. Acara yang pertama kali digelar ini, ditujukan untuk meningkatkan kapasitas jurnalis dalam membuat liputan tentang isu sains dan teknologi. Dengan tujuan membuat liputan yang menarik dan mudah dipahami oleh publik.

science journalism workshop 2

Terdapat lima Universitas di Indonesia yang mendapatkan hibah dari British Council, antara lain Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Brawijaya Malang, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, dan Universitas Diponegoro Semarang.

Dalam workshop ini peserta mendapat kesempatan untuk bertemu ilmuwan yang sudah melakukan riset secara langsung dan berbagi mengenai bagaimana science communication dilakukan. Workshop ini menghadirkan narasumber ilmuwan dari Inggris yang sudah mempraktikkan science communication dalam publikasi kajian ilmiahnya dan bagaimana melibatkan media dalam prosesnya.

Perwakilan dari UAJY, F. Anita Herawati, S.I.P., M.Si. dan Ina Nur Ratriyana, M.A. berhasil mendapatkan hibah dari British Council dan berkesempatan untuk melakukan penelitian dan mengikuti workshop yang bertempat di Institut Teknologi Surabaya.

“Sebagai dosen, kewajiban wujud publikasi dari karya ilmiah adalah jurnal ilmiah, dan jurnal ilmiah memiliki bahasa yang spesifik dalam bidang tertentu yang tidak dimengerti oleh masyarakat umum, dengan itu kita di sini ingin belajar membuat jurnal ilmiah dengan bahasa yang mudah dipahami oleh target audience.” ungkap Anita.

science journalism workshop 3

Penelitian mereka bertujuan untuk membuat strategi komunikasi yang bisa digunakan pemerintah dalam membuat sebuah proyek agar berhasil, dan penelitian tentang renewable energy dalam penggunaan proyek-proyek mikrohidro yang menghasilkan saluran irigasi dari air menjadi listrik.

“Tidak ada kesulitan yang berarti. Ada trainer dengan background science journalism dengan pengalaman puluhan tahun yang melatih kami untuk berkomunikasi secara efektif. Jadi dengan background ilmu komunikasi yang kami miliki tinggal menajamkan saja,” tambah Ina

Ina mungkapkan bahwa workshop ini sangat bermanfaat bagi peneliti karena memberikan tips-tips untuk bisa berkomunikasi dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat luas. Dengan adanya acara ini, diharapkan workshop journalism lebih diperbanyak untuk para dosen ataupun peneliti. Sehingga penemuan tersebut bisa disebarluaskan di masyarakat.

Lainnya: